Minggu, 27 November 2011

Siapa Bilang Tuhan Tidak Adil?

Semua orang pasti pernah mikir, "Tuhan, engkau sungguh tidak adilnya." Termasuk aku. Aku juga pernah mikir gitu dan setelah aku pikir-pikir lagi ternyata enggak. Tuhan itu adil, maha adil malahan. Jadi jangan pernah menghakimi Tuhan yg super adil dengan pikiran-pikiran kayak gitu. Semuanya sudah dibuat-Nya adil dan seimbang. Tuhan membuat matahari terbit di sebelah timur dan membiarkannya terbenam di sebelah barat. Tuhan menjadikan terang 12 jam dan gelap 12 jam juga. Tuhan membuat panas dan dingin dengan tempo yg sama. Dan banyak banget hal-hal yg menunjukan betapa adilnya Tuhan itu.

Ya emang kadang Tuhan bisa terlihat tidak adil. Tuhan menciptakan perempuan yg cantiknya ngalahin Jessica Alba, super jenius, kaya berturun-turun, supel, dan bahagia pula. Gimana nggak perfect kalo gitu? Tapi bisa aja di sisi yg nggak keliatan dia ini psikopat dan suka makan bayi or anything. Tuhan tidak pernah membuat sesuatu yg berat sebelah.

Tuhan membagikan cinta dan kasih yg sama ke setiap makhluk ciptaan-Nya. Seadil-adilnya induk burung kutilang pas ngasih makanan ke anak-anaknya masih tetep adil Tuhan. Induk burung kutilang hanya akan memberi anaknya yg bersuara dan membuka mulut lebar-lebar. Anakan yg nggak ngelakuin itu bakalan dibiarin mati kelaparan. Tapi Tuhan? Dia memberi bahagia yg sama pada semua makhluknya. Hanya, beberapa dari kita tidak tau cara mensyukuri dan menikmati bahagia yg sudah Dia beri.

So, God, you're the most solomonic in life. Thanks.

NB: Tuhan dalam keyakinanku adalah Allah.

Sabtu, 26 November 2011

Orang yang Sedang Jatuh Cinta

Postingan ini masih nggak jauh-jauh dari masalah cinta, ketauan juga dari judulnya. Aku lagi-lagi mau ngepost hal yg berhubungan dengan perasaan cintaku. Maafkan, blog. Seketika kau jadi blog galau *pukpukin laptop*.

Ya udah aku ceritain di postingan yg sebelumnya kalo aku ini sedang jatuh cinta. Aku sedang jatuh cinta. Banyak hal-hal berbeda dari kelakuan kita pas sedang jatuh cinta. Kita jadi bertingkah dan bersikap lucu, aneh dan tidak sewajarnya. Bersikap 70-an, alay, diam melamun, berkhayal, nulis hal-hal yg ke-alay-an, dan lain lain. Yap, gara-gara cinta kita kita kembali ke masa remaja bagian alay dan menantang arus metamorfosis remaja era global.

Pas lagi jatuh cinta, kita bisa mengabaikan semua hal yg ada di sekotar kita. Kita hanya fokus sama orang yg membuat kita menjadi seperti ini. Bolak-balik ngecek inbox hp, nungguin status sms dari “pending jadi “delivered”, ngecek status-status Facebook atau twit orang yg kita suka, dan lain-lain. Orang yg sedang jatuh cinta itu seketika menjadi apatis.

Pas lagi jatuh cinta, kita terus dan terus memikirkan orang yg membuat kita bertingkah seperti ini. Memikirkan dia sedang apa, apa yg ada dipikirannya, bagaimana perasaan dia ke kita, menebak-nebak apakah dia memberi feedback juga, dan lainnya. Orang yg sedang jatuh cinta itu resah.

Pas lagi jatuh cinta, kita terus menerus menunggu. Menunggu waktu yg tepat untuk mengutarakan perasaan kita ke orang yg kita suka, menunggu dia memberi sinyal-sinyal balasan. Dan terkadang, kita akan terus dan terus mengulur waktu bahkan saat kita tau bahwa momen dan saatnya sudah sangat tepat. Orang yg sedang jatuh cinta itu penyabar.

Pas lagi jatuh cinta, kita selalu terniang dan kepikiran orang yg kita suka.Kita hanya membayangkan bagaimana dia itu. Bagaimana cara dia tersenyum, tertawa, berbagi cerita, melontarkan lelucon, bagaimana dia marah, bagaimana kelakuannya yg juga tidak biasa saat bersama kita, dan lain-lain. Orang yg sedang jatuh cinta hanya menggunakan otak kanan.

Pas lagi jatuh cinta, kita membaca hal-hal menyenangkan yg dia kirim ke kita seperti membaca novel teenlit. Yang dulunya nggak suka baca, tiba-tiba pas jatuh cinta kita jadi kutu sms (sejenis kutu buku). Senyum-senyum sendiri, tegang, emosi, galau, dan nggak sedikit yg sampai ketawa ngakak. Orang yg sedang jatuh cinta itu menjadi penikmat tulisan secara mendadak.

Pas lagi jatuh cinta, kita hanya menginginkan dia. Merasa dia sudah mutlak harus menjadi milik kita, merasa jealous saat dia sedang dengan teman laki-lakinya, memaksa orang yg kita suka masuk jauh ke dalam perasaan kita, dan lain-lain. Orang yg sedang jatuh cinta itu egois.

Pas lagi jatuh cinta, kita menyembunyikan perasaan kita. Menutupi perasaan kita sehingga tidak terlalu naik ke permukaan, menyibakkan perasaan kita menggunakan kain perca dan menginjaknya, dan lain-lain. Orang yg sedang jatuh cinta itu menjaga rahasia dengan sempurna.

Pas lagi jatuh cinta, kita bertemu dengan orang yg kita suka di tengah keramaian dan pura-pura mengabaikannya. Kita tidak berani menyapa, berbagi senyuman, atau bahkan melihat orang yg kita suka. Kita hanya membiarkan dia lewat di sebelah kita lalu berpaling dan melihat punggungnya menjauh dari keberadaan kita. Orang yg sedang jatuh cinta itu seperti kapal laut.

Ya, menurutku hal-hal di atas adalah hal-hal yg dilakukan dan dijadikan orang-orang yg sedang jatuh cinta. Hampir semua orang yg sedang jatuh cinta melakukan hal-hal di atas. Exactly I did these weird things too. Aku bertingkah layaknya di dunia ini cuman ada 3 hal. Aku, dia, dan cinta di tengah-tengah kita. Tapi terkadang hanya ada 2 hal, cuma aku dan dia. Tanpa ada cinta di antara aku dan dia.

Terkadang saat jatuh cinta ada keadaan dimana kita merasa digantung. Kita digantung, beberapa detik kemudian susah bernapas, semenitan kemudian kita tewas dengan susah payahnya, dan sehari kemudian nama sudah kita ada di koran. Bukan, bukan digantung yg ini. Kita merasa digantung atau menggantungkan status hubungan kita dengan orang yg kita suka. Bukan, bukan karena kita nggak berani buat ngungkapin perasaan kita ke orang yg kita suka. Cuman, kita terus dan terus bersabar menebak keseriusan orang yg kita suka. Ya, seperti itu.

So, when someone falling in love, he’ll acts like he is a actor in a romantic movie. Do all things like a movie and do things weirdly.

Kamis, 24 November 2011

Seni Tidak Hanya Dilakukan di Atas Kanvas

Yap, saat ingin membuat seni kita tidak harus membuat lukisan indah di atas kanvas. Seni bisa dilakukan dimana saja. Tadi di sekolah aku lagi iseng-iseng bikin artwork The S.I.G.I.T. di kelas. Di atas meja tempatku duduk memperhatikan celotehan berilmu guru-guru di sekolahku. Berawal dari coretan iseng menggunakan tip-x dan di tumpuk dengan coretan menggunakan bolpen. Jadilah,


Emang nggak terlalu bagus dan nggak terlalu mirip personil-personil asli The S.I.G.I.T., tapi coretan iseng ini cukup membuat aku bangga dengan kemampuan tanganku. Thanks God, you gave me a great nature arts talent. Appreciate that.

Selasa, 22 November 2011

Puisi

I got an inspiration a couple hours ago, then I wrote it down into a poem. This one is about rain. What rain could bring for us, for every life nature on earth. Here it goes. This one's called "Semesra Hujan".

Aku suka ketika melihat tanah mulai basah.
Aku suka ketika melihat dedaunan mulai basah.
Aku suka ketika melihat dunia mulai basah.

Sekelebat mesra yang dibawa,
Semesra tetes hujan saat berbaur dengan bumi.
Tiap butir yang tersirat,
Membawa tenteram tiada tara.

Semuanya seketika temaram,
Gelap dan menenangkan.
Hujan, hujan,
Stagnasikan dunia kita secara berkala.

Konstruksi alam yang membawa tenang.
Komposisi indah tak tersibak luas.
Nada kencang syahdu menyentak.

Hujan,
Jatuhlah dengan tenang.
Hujan,
Biarkan budak menikmati senang.
Hujan,
Alam membasah sampai bersorak riang.
Hujan,
Jangan berhenti bawakanku tenang.

Ya, semesra hujan,
Saat membaurkan kenangan.