Tampilkan postingan dengan label Blog. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Blog. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 15 Oktober 2011

Lyrics Done!

And here, another lyrics that I've done. Another fucking love song. It called "It's So Funny and Neither You Can Do".




I’m not suppose to be sad of little problem.
Because here so many way to escaping.
I will sailing all the seas to find up what I want.
And so what the hell I suppose to do?

Love, if you are a man I will stay away from you.
Now go fuck yourself and let me see.
I never got involved with live laws.
And here what the hell that I could change?

Little bit, little bit of fantasy.
Money for cigarettes and I’ll run away.

Reff:
Wo oh, I wont scrambling a taste of victory in a black hole.
I’ll go back to my live and starts to sing some songs.
And my live directions, were stucked into a deep water.
And much more I wont start thingking about it again.

There’s a big scene that tell so much lies around it.
It’s so damn hard to find out place where I could be free.
Like a street artist that do a really great live drama.
So the ministry will not get involve into that mime.

Little bit, bit of fanstasy.
Of imaginary friends take you to live.

Reff:
Wo oh, I wont scrambling a taste of victory in a black hole.
I’ll go back to my live and starts to sing some songs.
And my live directions, were stucked into a deep water.
And much more I wont start thingking about it again.

Selasa, 11 Oktober 2011

Merdekanya Anak Muda

Emang telat banget ya nulis tentang  “kemerdekaan” baru sekarang ini. Padahal kan hari peringatan kemerdekaan Indonesia yg ke-66 udah lewat beberapa bulan yg lalu. Tapi nggak papa lah, here it goes..

*nowplaying: Screaming School – Tanah Terjemahan*

Apa itu merdeka? Apa itu kebebasan? Apa kebebasan cuman lirik lagu aja? Apa kebebasan cuma tulisan aja? Apa Cuma buat diteriakin aja pas 17-an? Apa merdeka itu lomba panjat pinang? Nope, it’s more than everything. Dulu orang-orang di sekitarku biasa ngomong, “Kamu tu jadi orang mbok yg bebas lho, kayak burung terbang..” Apa bebas itu kayak burung terbang? Salah banget. Bebas bukan sekedar kayak burung terbang kesana kemari ngikutin sayapnya mau kemana. Tapi bebas lebih dari sekedar itu, bebas definisinya jauh lebih dalem. Kalo menurut jiwa mudaku bebas artinya *ehem* kita bisa ngeluarin jiwa kita trus ngebiarin jiwa kita buat ngontrol badan kita. Spread out our soul then just let it control our body by itself. Ngarang emang, tapi ini pemikiran dari otakku yg paling dalem *benerin kerah* *ternyata pake kaos* *nggak jadi benerin kerah* *nggak jadi keren*.

Tapi apa yg kita selalu liat saat ini adalah kebanyakan orang terlalu menghendaki kebebasannya tanpa mikirin orang lain. Contoh kecilnya ajalah, musik. Sekarang ini banyak banget/malahan hampir semua orang menghujat musik yg nggak dia suka. Kayak banyak banget cah-cah gahol yg selalu aja menghujat musik dari band-band major Indonesia yg mendayu-dayu. Kayak, “Asu setelanmu Wali wae kemaki.” Trus, “Teke nyetel lagune Armada ning ngarep wong akeh, rak nduwe isin.” Orang-orang seperti ini butuh banget buat baca postinganku yg judulnya “Musik Indonesia Tidak Pernah Sebagus Ini”. Mereka ini menghujat, menghakimi musik orang lain tanpa tau/tanpa sadar diri apa dia bisa seterkenal mereka yg terhujat. Yang mereka tau musik terbaik adalah apa yg temen-temen mereka denger, dan dia cuma ikut-ikutan suka aja tanpa tau apa bagusnya lagu yg mereka denger. Biar keliatan keren. Inilah, pertaruhan atas image diri sendiri selalu ngebuat orang-orang ini suka menghujat apa yg temen-temen mereka nggak suka. Perampas kebebasan orang lain yg seperti cah-cah gahol ini kudu kena pidana. Atau paling nggak kena hukuman cambuk 2000x.

Back to the topic. Bebas itu seni dan seni itu bebas. Jadi sedikit-sedikit kebebasan itu hampir mendekati seni. Kalo kita bikin suatu seni pastinya kita kudu ngelakuinnya dengan bebas. Boleh gaya jongkong, gaya anjing.. Wait, ini seninya seni beneran. Bukan air seni. Dan sekarang ini di era modern global kebanyakan orang dewasa sering banget merenggut kebebasan anak muda. Terutama, APARAT. Yak, mereka yg “melindungi dan melayani masyarakat” inilah oknum yg paling sering merebut kebebasan anak muda. Pernah diceritain temen, sebut saja namanya Iman. Susi juga boleh. Dia bikin oret-oretan di Jalan tol trus ketahuan aparat yg lagi nyamar di sekitar sana. Si Iman ini langsung disuruh lari-larian sama pihak berwenang ini. Namanya aja pihak berwenang, pastinya apa-apa aja terserah sesuai kewenangan dia. Nyuruh anak dengan apresiasi dan kreatifitas seni tinggi kayak Iman ini (dan teman-temannya) lari-lari di Jalan tol. Trus coretan yg konon katanya udah setengah jadi ini disuruh ngehapus. Fuck. Udah ya gan, admin lagi histeria nonton timnas tanding lawan Qatar. See yaa!


INDONESIA!
MERDEKA!

Sabtu, 08 Oktober 2011

Kaleidoscope Eyes

"When your chips are down,
And your drinks are all gone,
I'll still be here,
Wishing and waiting for you to come home.."

Sticker

I was hate my school, so much. But now everything has changed. I don't know how but now I love my school *drink a glass of insecticide*. It's really hard to write it with my heart, but I love my school so much *drink again and again*. So now, I like to print some stickers of my school. Here the picture,


Not a great design but I think it'll be interesting. Print it soon!

Rabu, 21 September 2011

Diskriminasi Terhadap Nama

Di post ini aku pengen mengutarakan diskriminasi yg kerap ditujuin buat aku. Yaitu masalah.. nama. Absurd emang nama aja dimasalahin. Ya emang namaku ini panjangnya kayak buntut monyet tapi kan nggak perlu ada diskriminasi juga kali. Namaku,

SINAR SULTAN WAHID
ABDURRAHMAN ALI SYAFI'I

Keren banget. Aku sering banget search di google, facebook/apapun cari yg namanya kayak aku ada apa enggak, dan ternyata nggak ada. Namaku ekslusif abis *benerin kerah* *sebul jambul*.

Yap tapi nama yg panjangnya nggak kira-kira ini selalu jadi bahan diskriminasi banyak monyet orang di sekitarku. Yang paling sering di sekolah. Tiap ada guru baru yg perkenalan trus ngabsen baca namaku mesti kayak liat orang yg nggak punya bokong. Manggil nama trus ngomong, "Mas ini namanya sak RT kok dibawa-bawa?" What a kind of joke that is, but how boring for hear that everyday! Udahlah emang namanya bapaknya/ibuk guru itu bagus? Emang se-ekslusif aku? Enggak, nama 60an aja berani-beraninya ngejek namaku. Kalo nama bapaknya Rafael Morgan blahblahblah barulaah boleh diskriminatif gitu. Trus ada lagi, lembar jawab UN itu kan ngisi namanya dibulet-buletan gitu. Nah, mana muat namaku yg ekslusif panjang itu disana. Kampret. Bahkan lembar jawab UN diskriminatif abis. Emang semua orang di Indonesia punya nama-nama yg singkat gitu aja apa? Cuman kayak Bambang, Sri Wahyono, dll gitu aja? Kan enggak. Sampe sekarang aku masih bingung aja mau nyingkat nama belakangku jd kayak gimana. Kemarin tak singkat jadi "A.S" eeeh masih diece aja. "Ini A.S.? Amerika Serikat?" Kampret abis. Tingkah polahku terhadap namaku jadi serba salah. Panjang salah, disingkat salah. How cruel this world is.

Suatu saat aku bakalan bikin biografi. Judulnya "My Name is Wahid, Please Don't be Rasicm to My Name". Keren.. Dan besok kalo aku punya anak cowok bakalan tak kasih nama "Sinar Sultan Wahid Abdurrahman Ali Syafi'i Jr." Eh jangan nanti dia ngerasain diskriminasi terhadap bapaknya. Namanya "Wahid Rektiviano Mulyana" Keren. Insurgent abis.

*#np The S.I.G.I.T. - No Hook*