Jumat, 14 Oktober 2011

Stay Away from All Kind of Cigarettes

"Aku sudah berjalan beberapa langkah menjauhi kanker, serangan jantung, impotensi, dan gangguan kehamilan dan janin,
tapi beberapa saat kemudian aku kembali berjalan mendekatinya.."

Kamis, 13 Oktober 2011

I Share Love to You, Not A Negative Thing

*nowplaying: Panic! At The Disco – Always*

Know what, han? Saking maksimalnya sayangku ke kamu ngejadiin aku nggak sadar kalo kamu itu cewek. Aku nggak pernah mikir segimana manisnya kamu, segimana seksinya kamu atau apaanlah yg mikirnya cuman pake nafsu. Karena semua birahiku itu ketutup rasa sayang yg berlebihan buat kamu. Jadinya kayak 50% kasih sayang sana 50% cinta. Tanpa nafsu. Nggak tau apa kamu beneran nggak pernah suka sama aku apa gimana tapi 1 yg aku yakinin beneran. You feel it too, you feel the love that I’d share to you. However you said that you don’t ever like me or anything, but I know that. Your eyes, your body languages never tell lies. And I can see it, deeply. Setiap kamu ngeliat aku di sekolah kayak ada perasaan kamu mikir gini, “Bisa-bisanya aku bohongin hatiku sendiri..” Yap, sok tau emang. Aku emang nggak bisa baca pikiran orang tapi aku yakinin itu. Kamu ngerasain “sesuatu” yg aku bagi ke kamu. Cinta (bukan d’Bajinguk) dan kasih sayang.

So what should I do now? Lie to my heart? Just like you? Nope. I will keep my love for you until I found another better girl outside there. Thus, share it with her too. But, if I don’t find another better girl I prefer just take my love for you to the deepest and darkest place in my heart. Then lock it inside a box so no one can see it.

Keep this words, “If you make a boy falling in love to you, you make him will never ever forget you too. That’s a normal packet.” Quote ini bener banget. Soalnya aku nggak bakalan pernah ngelupain kamu. Karena, aku nggak bisa. Karena, perasaanku udah nyelem kedaleman. Because, I fell in love to you at the first sight. Damn, it’s so hard to explain my feel to you. Emm.. here, in short “I LOVE YOU MORE THAN YOU WILL EVER KNOW”. That’s it.

I hope.. Nope, my deepest heart’s do hope that you’ll read this one. So you can understand my feel, I wrote all the truth here. No lies.

NB: I know you hard to understand English haha, joking. Maybe you can ask your friends to translate this by the way.

Selasa, 11 Oktober 2011

Merdekanya Anak Muda

Emang telat banget ya nulis tentang  “kemerdekaan” baru sekarang ini. Padahal kan hari peringatan kemerdekaan Indonesia yg ke-66 udah lewat beberapa bulan yg lalu. Tapi nggak papa lah, here it goes..

*nowplaying: Screaming School – Tanah Terjemahan*

Apa itu merdeka? Apa itu kebebasan? Apa kebebasan cuman lirik lagu aja? Apa kebebasan cuma tulisan aja? Apa Cuma buat diteriakin aja pas 17-an? Apa merdeka itu lomba panjat pinang? Nope, it’s more than everything. Dulu orang-orang di sekitarku biasa ngomong, “Kamu tu jadi orang mbok yg bebas lho, kayak burung terbang..” Apa bebas itu kayak burung terbang? Salah banget. Bebas bukan sekedar kayak burung terbang kesana kemari ngikutin sayapnya mau kemana. Tapi bebas lebih dari sekedar itu, bebas definisinya jauh lebih dalem. Kalo menurut jiwa mudaku bebas artinya *ehem* kita bisa ngeluarin jiwa kita trus ngebiarin jiwa kita buat ngontrol badan kita. Spread out our soul then just let it control our body by itself. Ngarang emang, tapi ini pemikiran dari otakku yg paling dalem *benerin kerah* *ternyata pake kaos* *nggak jadi benerin kerah* *nggak jadi keren*.

Tapi apa yg kita selalu liat saat ini adalah kebanyakan orang terlalu menghendaki kebebasannya tanpa mikirin orang lain. Contoh kecilnya ajalah, musik. Sekarang ini banyak banget/malahan hampir semua orang menghujat musik yg nggak dia suka. Kayak banyak banget cah-cah gahol yg selalu aja menghujat musik dari band-band major Indonesia yg mendayu-dayu. Kayak, “Asu setelanmu Wali wae kemaki.” Trus, “Teke nyetel lagune Armada ning ngarep wong akeh, rak nduwe isin.” Orang-orang seperti ini butuh banget buat baca postinganku yg judulnya “Musik Indonesia Tidak Pernah Sebagus Ini”. Mereka ini menghujat, menghakimi musik orang lain tanpa tau/tanpa sadar diri apa dia bisa seterkenal mereka yg terhujat. Yang mereka tau musik terbaik adalah apa yg temen-temen mereka denger, dan dia cuma ikut-ikutan suka aja tanpa tau apa bagusnya lagu yg mereka denger. Biar keliatan keren. Inilah, pertaruhan atas image diri sendiri selalu ngebuat orang-orang ini suka menghujat apa yg temen-temen mereka nggak suka. Perampas kebebasan orang lain yg seperti cah-cah gahol ini kudu kena pidana. Atau paling nggak kena hukuman cambuk 2000x.

Back to the topic. Bebas itu seni dan seni itu bebas. Jadi sedikit-sedikit kebebasan itu hampir mendekati seni. Kalo kita bikin suatu seni pastinya kita kudu ngelakuinnya dengan bebas. Boleh gaya jongkong, gaya anjing.. Wait, ini seninya seni beneran. Bukan air seni. Dan sekarang ini di era modern global kebanyakan orang dewasa sering banget merenggut kebebasan anak muda. Terutama, APARAT. Yak, mereka yg “melindungi dan melayani masyarakat” inilah oknum yg paling sering merebut kebebasan anak muda. Pernah diceritain temen, sebut saja namanya Iman. Susi juga boleh. Dia bikin oret-oretan di Jalan tol trus ketahuan aparat yg lagi nyamar di sekitar sana. Si Iman ini langsung disuruh lari-larian sama pihak berwenang ini. Namanya aja pihak berwenang, pastinya apa-apa aja terserah sesuai kewenangan dia. Nyuruh anak dengan apresiasi dan kreatifitas seni tinggi kayak Iman ini (dan teman-temannya) lari-lari di Jalan tol. Trus coretan yg konon katanya udah setengah jadi ini disuruh ngehapus. Fuck. Udah ya gan, admin lagi histeria nonton timnas tanding lawan Qatar. See yaa!


INDONESIA!
MERDEKA!

Sabtu, 08 Oktober 2011

Kaleidoscope Eyes

"When your chips are down,
And your drinks are all gone,
I'll still be here,
Wishing and waiting for you to come home.."